This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Multimedia. Show all posts
Showing posts with label Multimedia. Show all posts

Saturday, June 25, 2011

Software Untuk Membuat Sketsa Papercraft



Anda mungkin sudah tahu yang namanya Papercraft, sering juga disebut sebagai Model Kertas (Paper models) , card models , yang dibangun/dibuat dari beberapa lembaran kertas sehingga berbentuk 3D.

Jika anda berniat untuk berkreasi sendiri membuat Papercraft tanpa men-download model model-model papercraft dari internet, dapat anda gunakan Pepakura Designer.

Wall-E Papercraft

Pepakura Designer, ini adalah software pembuat Papercraft, Software ini dikembangkan oleh orang Jepang dan telah diterjemahkan ke bahasa Inggris. Pepakura Designer dapat digunakan di Windows 7/Vista/XP/2000. (dan hanya supports untuk OS 32bit untuk saat ini)

Pepakura Designer - papercraft

Format 3D yang disupport:


  • Metasequoia (mqo)

  • Wavefront (obj)

  • AutoCAD 3D (dxf)

  • 3DS Max (3ds)

  • Lightwave (lwo)

  • Binary/ASCII STL (stl)

  • Google Earth4 (kml, kmz)

  • Collada (dae)

Tuesday, May 10, 2011

Smudge Painting

By: sony kyu kyu

Belajar Smudge Painting (Dasar)

Halo teman, kawan, sohib, friend dan sahabat..
 
Kali ini saya akan sedikit berbagi tutorial tentang cara pembuatan photo yang diretouch smudge painting dengan menggunakan Adobe Photoshop CS3 (versi berapa aja boleh) dengan cara manual saya.. ^_^
 
*) Contoh bisa dilihat di album saya "Belajar Smudge Painting " (http://www.facebook.com/album.php?id=1325113223&aid=2044710 ) atau (http://skyu6631.deviantart.com/ )
 
Untuk mempermudah dalam proses pengerjaannya, kita membutuhkan beberapa Plug-in . (buat kelas pemula seperti saya) diantaranya :
 
- Topaz Vivacity
- Topaz Adjust
- dan Nik Software
Yang bisa di download melalui 4shared.com (http://www.4shared.com/ )
 
Langkah Pertama yang harus kita lakukan adalah :
Install Plug-in terlebih dahulu (Topaz Vivacity, Topaz Adjust dan Nik Software ). Kalo sudah..
 
Langsung saja menuju TKP.. --> Adobe Photoshop CS3 <--
 
1. Buka photo (pic) yg mau di edit, lalu duplikat pic aslinya (Ctrl+J) kemudian atur Level- nya (wajib) dan untuk pengaturannya disesuaikan.
 
2. Duplikat lagi pic yang sudah diatur levelnya (Ctrl+J) lalu ubah blendingnya menjadi Overlay (biar tidak over, biasanya saya kurangi opacitynya sesuai dengan selera saya. Terus di merge layers (Ctrl+E).
3. Kalo sudah kita mengarah pada layer object, selanjutnya masuk ke filter -> Topaz Labs -> Topaz Adjust -> Clarity .
4. Lalu kurangi Saturation -nya (Ctrl+U) nilai disesuaikan dengan pic (antara -30% sampai -45%).
5. Kemudian gunakan Smudge Tool dan sesuaikan nilai strenghnya, kalo saya biasanya pakai antara (8% - 16% untuk object dan 40% - 60% untuk Background) untuk ukuran brush-nya menyesuaikan. Kemudian Smudge (gosok) pelan-pelan secara merata sesuai dengan alur object (Jangan sampai over) dimaksudkan agar hasil goresan tidak mempengaruhi detail dari gambar asli.
Catatan :
Sebelum proses Smudge, bisa di awali dengan proses posterize terlebih dahulu (kalo diperlukan) untuk memecah warnanya. Jadi pada saat Smudge kita bisa tahu ke arah mana kita harus menggosok.
 
6. Langkah selanjutnya pisahkan object dan background (dengan cara di seleksi) dengan menggunakan Pen Tool atau Polyganol Lasso Tool. Usahakan seleksinya serapi mungkin.






7. Setelah Proses Seleksi selesai, masuk k e filter -> Topaz Vivacity -> Topas Clean (atur nilainya sesuai dengan keinginan dan harus benar-benar diperhatikan garis-garis wajah dan body biar keliatan lebih real dari efek smudging).
8. Selanjutnya masuk lagi ke filter -> Topaz Vivacity -> Topaz DeNoise/EQ (atur nilainya sesuai dengan keinginan dan harus benar-benar diperhatikan).
9. Kemudian ke filter -> Topaz Vivacity -> Topaz Sharpen (atur nilainya sesuai dengan keinginan dan harus benar-benar diperhatikan).
10. Langkah selanjutnya kita masuk lagi ke masuk ke filter -> Topaz Labs -> Topaz Adjust -> Clarity (untuk mengeluarkan highliht)
11. Dan untuk finishing touchnya kita gunakan plug-in Nik Software Colour Efek Pro. Darken/Lighten Center. (atur nilainya sesuai dengan keinginan) Pilih
12. Masuk ke Software Colour Efek Pro lagi dan gunakan Tonal Contrast (atur nilainya sesuai dengan keinginan).
Terakhir setelah selesai dengan perjuangan Smudging yang begitu melelahkan, kita berikan dimensi dan pengaturan pencahayaan object menggunakan Burn Tool dan Dodge Tool (seperti mata, alis, hidung, bibir dsb).




Proses pembuatan Background
1. Buat layer baru, lalu berikan fill (Ctrl+Del / Alt+Del) warna menyesuaikan, pilih yg cocok dengan objeck.
2. Gunakan Brush Tool (cari Wet Media Brushes pilih Large Texture Stroke ) untuk Warna, Opacity dan Flow disesuaikan. Selanjutnya kita explore sendiri sesuai dengan imajinasi kita.
4. Kita gunakan Smudge Tool (cari Thick Heavy Bruses pilih Flat Bristle ) ukuran dan strength disesuaikan. Langkah ini untuk memberikan efek goresan seperti kuas. (kita gunakan lagi imajinasi dan kreativitas)


5. Selanjutnya kita masuk ke filter -> Noise -> Add Noise (pilih Uniform, Amount disesuaikan max. 4% saja).



Jangan lupa untuk mencantumkan LABEL . Itung-itung promosi dan perlindungan hak cipta sebuah karya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan suka membajak..!!! Welleh.. Hehe.. Selesai..
 

Catatan :
Untuk langkah No. 2 - 4 bisa diulangi proses-nya sesuai dengan yang kita inginkan.
Hanya seperti ini Tutorial Smudge Painting yang bisa saya share, Semoga bermanfaat. Terima Kasih..


(Before - After)
 
0(^_^)0 Mari Berkarya..by: sony kyu kyu

Friday, May 6, 2011

Menjadi seorang web designer

pertama-tama tuh mesti tau siapa sih WEB master itu??? web master adalah orang yg bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu website (admin lah contohnya).
oo iya jadi dalam membuat website itu terbagi 3 jenis....:
yg pertama tuh td web master....

2. web desaigner....
ini nih orang yg kerjaannya nge-desain WEB... minimal memiliki keahlian di bidang multimedia dan desain grafis.

3. web developer....
ini nih orang yg kerjaannya nge-rancang coding dari suatu web... minimal memiliki kemampuan algoritma dasar, dan tentunya menguasai bahasa pemrograman web (khusunya yang scripting) macam: PHP,ASP,Javascript,VB.NET.dll

okeh sekarang... bagaimana memulai untuk mengembangkan sebuah site??
ini mah pendapat pribadi saya yang didasari oleh pengalaman doang jadi bukan absolut...

- pertama-tama bentuk tim yang solid dulu (g mesti tim sih... sebenernya sendirian juga bisa, tapi kan kita sebagai manusia punya kelebihan dan kekurangan jadi dengan membentuk tim kita bisa saling menutupi kekurangan masing2) cari partner yang kompeten di bidangnya.... mis: 2 orang sebagai desaigner web, 1 sebagai perancang database, 2 programmer.

- selanjutnya analisa permasalahan... website di buat untuk tujuan apa? sasarannya siapa? pembuatan gantt chart (rincian estimasi waktu pembuatan proyek) sampai yang permasalahan teknis kyk: mo di bikin brapa kolom? struktur navigasinya gimana?, de el el..

- udah dapet gambaran... mulai dah tahap pembuatan desain... pastikan halaman yg pertama dibuat adalah index. nah disini web desaigner berperan... dari bagaimana CSS yg dipakai, gunakan flash sebagai animasinya, teknik slicing dengan potosop de el el...
tips: jangan masukin banyak gambar, jangan memberikan warna yang terlalu mencolok, animasi sekedarnya... biar nanti user yg ngebuka bisa nyaman.... Wink

- lanjut dah ke tahap perancangan database... nah ini bagian lumayan berat... coz sangat menentukan nantinya... oke mulailah dengan merancang ERD (entitiy Diagram Relationship) nah ntar kan ketauan tuh kita menggunakan berapa table dalam database kita... lalu table mana aja yg saling terhubung... field apa yg di jadiin primary key dari setiap table...

- next... ini tahap terberatnya... jeng jeng jeng... nulis coding. sebenernya nulis coding khususnya buat web ato pemrograman aplikasi pada umumnya, selain menguasai algoritma dan bahasa pemrograman juga dibutuhkan logika, nalar, ama kreatifitas. yah sama lah klo kita bikin lagu... yang susah kan tentuin baselinenya... kalo udah dapet mah melod, tapping, bending, ato segala macam teknik DEWA gitar lainnya mah ngikut dengan sendirinya... Twisted Evil lho.. ini ngomongin pemrograman apa bikin lagu..??? back to permasalahan... intinya buatlah code seminim mungkin dengan fungsionalitas sebesar mungkin... (biar g ngabisin kuota di tempat hostingan tongue)
tips: pakailah bahasa pemrograman yg opensource macam PHP, perl. kalo kita pakai PHP ini saran dari aku... gunakan fungsi include(); trus rubah path dari absolut menjadi relative biar aman, gunakan fungsi mysql_escape_strings biar kagak di sqlinject ama orang. selalu perhatikan aspek keamanan... kebanyakan webdeveloper lupa akan sisi keamanan mreka malah mementingkan desain yang keren... padahal website mreka cacad... banyak bugs dimana2... buktinya... liat aja betapa mudahnya situs .go.id alias situs pemerintahan kita di bobol itu karena di bikinnya asal2an.

- ooh iya jangan lupa bikin pula halaman untuk admin. dimana di situ tempat buat upload file, management content dll. emang sih kita disini sama aja ama bikin 2 site... tp yakin deh itu berguna bgt... itung2 buat menghemat waktu nanti klo mo update content (jadi g usah ubah dari hard code langsung)


Monday, May 2, 2011

Revolution color in abstract style



Original Photo





Cut Background dengan pentool.





adding background pake gradient.





Menyiapkan ilustrasi dasar pake pentool lagi bentuknya aku buat ngasal aja hehe





Merge ketiga layer lalu warp .....





Copy paste dan warp terus menerus sampai mendapatkan ilustrasi yg diingin kan





add new objeck.....sebelumnya cutting dlu heheh lalu taruh aja semaumu (pke feeling aja)





final step : masukan text dan setting toningnya (yg ini pke feeling juga)





selesai ...gampang kan.....^_^

Revolution color : Hwang mi hwe tribute
TRIBUBUTE #3 " HWANG MI HEE " http://bit.ly/hwangmihee

BEST 20 TRIBUTE #3 " HWANG MI HEE " http://bit.ly/97Z9MO

Tips for Digital Imaging



Assalamu alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

Hari masih tergolong pagi waktu saya nulis ini..ditemani secangkir kopi susu favorit di cafe favorit..^^dengan laptop yang setia nemenin saya kemanapun saya pergi...



Oke, cut the crap...!

Di kesempatan ini saya ingin membagi pengalaman saya dalam mengolah digital imaging foto. Mungkin semua udah pernah dengar kata digital imaging, dan mungkin hampir semua pembaca menguasai trik ini. Tapi mungkin juga, dari kita ada yang terlupa pada sesuatu..

Lupa akan dasar terbentuknya sebuah karya digital imaging..



Digital imaging bisa diartikan sebagai proses mengolah gambar dengan teknik digital, maksud teknik digital disini adalah tool yang kita gunakan, dan hasil yang kita dapatkan. Semuanya dikerjakan dengan komputer dan software Photoshop, terserah menggunakan versi berapa pun,  yang sampai hari ini masih merupakan software terpopuler dan tercanggih dalam mengolah foto digital. Tapi bagaimana sesungguhnya proses digital imaging itu?

Saya tidak membahas tool dan trik disini, tapi lebih kepada hal sepele yang justru mendasari terciptanya karya digital imaging/foto manipulasi/digital art atau apalah sebutannya...yaitu



sebuah IMAJINASI!



Tanpa imajinasi , sebuah karya akan terasa kaku, mati gaya, janggal dan tidak terasa hidup. Karena untuk menghidupkan sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang, dasarnya adalah imajinasi. Supaya penikmatnya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh sang seniman, ikut terbawa dalam suasana yang digambarkan dan diinginkan si seniman..



“saya sering bingung menentukan konsep olahan saya..”



Itulah pertanyaan yang sering saya dengar dalam mengolah manipulasi foto. Saya punya beberapa tips sendiri dalam mengolah foto, mungkin akan sangat  berguna...



1.       Bebaskan imajinasi seliar mungkin

2.       Tentukan konsep yang tepat

3.       Pilih stok gambar yang tidak melenceng dari konsep

4.       Pelajari ilmu fotografi, minimal fotografi dasar

5.       Pelajari  karakter mood sendiri

6.       Kerjakan dengan sabar dan telaten



1.       Bebaskan Imajinasi seliar mungkin.

Imajinasi adalah khayalan, dan khayalan tidak ada batasnya! Kita bebas mengkhayal seolah kita menciptakan dunia sendiri dalam pikiran kita.



Jika demikian...kenapa kita batasi khayalan itu? Bebaskan! Biarkan pikiran kita membawa khayalan itu kemanapun. Disanalah kita menemukan hal baru yang mungkin belum pernah ada dalam dunia yang nyata. Kita bisa terbang, bisa berubah jadi tokoh apapun  idola kita, bisa merubah bentuk makhluk hidup, bisa menciptakan landscape baru yang menakjubkan dan lain lain sebagainya tanpa batas!! Tapi...mungkin tidak semua orang dengan gampang nya memainkan imajinasi. Dan jangan kuatir, semua ini bisa dilatih. Hal penting yang harus diingat adalah kecintaan kita terhadap dunia olah digital, baik itu manipulasi foto sederhana ataupun rumit, animasi, painting ataupun fotografi. Karena apabila kita sudah menemukan kecintaan itu, maka semuanya ...apapun bisa dipelajari! Saya bisa jamin!



Jangan berputus asa apabila kita belum mampu berimajinasi seperti orang-orang yang bisa, sebab setelah kita mencintai dunia ini, yang awalnya hanya senang mengagumi karya orang lain, lama-lama akan terdorong keinginan untuk mencoba membuatnya sendiri. Ini disebut sumber inspirasi, inspirasi dan referensi  bisa datang dari mana saja.



Bedanya dengan ilmu fotografi, dunia digital imaging membebaskan segala teknik, bahkan teknik yg menabrak dari kebiasaan yang ada. Dan biasanya...justru disitulah letak kelebihan suatu teknik digital. Disitulah hal yang paling saya sendiri senangi, karena kita bisa beda dari orang lain.



Latih imajinasi dengan banyak referensi..bisa dari film (baik itu film animasi ataupun non-animasi), bisa dari game bagi yang gila main game, bisa dari internet dengan melihat karya orang lain yang udah ada, bisa dari majalah, iklan ataupun sekedar dari nongkrong di pinggir jalan dan melihat kejadiaan sesaat yang unik! Semua itu adalah “harta” konsep, dan saya bisa yakinkan bahwa ide tidak akan ada habisnya selama kita mau meng-eksplor terus!



Setelah referensi tadi masuk kedalam kepala, tuangkan dalam bentuk sketsa/storyboard ke kertas. Terserah mau di kertas rokok, kertas tisue, bungkus nasi atau apalah!! Yang penting jangan sampai ide tadi ilang... Just write it!! Coretan ataupun hanya kode-kode yang kita sendiri tahu tidak masalah, yang penting jangan sampai lupa. Dan ketika sampai dirumah, tuangkan kembali sketsa coretan tadi ke sketsa yang lebih halus, di kertas yang lebih bersih atau...langsung aplikasikan ke photoshop.

Sip! Satu “peluru” telah kita siapkan....!!



2.       Tentukan Konsep yang Tepat.

Sebenarnya apa itu konsep? Konsep bisa dikatakan adalah kerangka dari wujud utuh sebuah karya. Ingat jaman sekolah kita disuruh membuat karangan? Saat itu oleh guru kita hanya diberi kerangka karangannya lalu disuruh mengembangkan, supaya jadi satu karangan utuh yang bercerita. Sadar atau tidak, saat itu kita udah belajar mengenai konsep. Begitulah cara kerja konsep, sama halnya dengan membuat konsep satu olahan digital imaging. Apabila konsep itu terbentuk, usahakan jangan keluar daripadanya. Konsep mirip dengan tema, tapi tetap ada bedanya. Karena tema lebih menggambarkan secara global, dan konsep akan menyempitkannya menjadi lebih spesifik. Biasanya tema udah ada sebelum konsep terbentuk.Tidak perlu ribet dalam penyusunan konsep, karena bisa-bisa akan menyusahkan kita sendiri. Jika kita sudah menentukan tema, saya yakin konsep akan berjalan dengan sendirinya.



Satu contoh, misalnya tema editan saat ini adalah legenda. Anggaplah legenda pewayangan, yang bernama Arjuna. Pikirkan sosok Arjuna, sosok lelaki muda yang memakai kostum wayang dan membawa segala atribut panahnya dan lain-lain. Lalu apa konsepnya? Misalnya kita tentukan Arjuna sedang melawan HULK! Heheheh ...kan bebas! Bayangkan mereka sedang bertarung dengan segala elemen-lemen pendukungnya, bisa berupa : api, panah, batu yang terburai, gunung meletus, sinar-sinar dan lain sebagainya. Saat itu imajinasi kita akan membantu bagaimana kita menyusun elemennya, bagaimana membuat aura pertarungannya, bagaimana menekankan point of interestnya dan bagaimana mengakhiri dengan finishing yang dramatis.

Yup! “peluru “ kedua sudah ada di tangan!



3.       Pilih gambar stock yang tepat.

Stok gambar yang kita pakai dalam pembuatan karya, harus sesuai. Pilihlah gambar stock yang sesuai dengan konsep, jangan melenceng. Misalnya nih, konsep pertarungan keras yang sudah kita buat dimasuki elemen gambar kelinci yang lucu, atau ada bunga segar  atau ada elemen yang tidak nyambung lainnya. No no no...! Angle model yang kita inginkan juga harus sesuai dengan konsepnya.



Pemilihan stok background juga harus diperhatikan, supaya tetap mendukung keadaan objek utamanya. Tips Jika kita ingin menonjolkan objeknya, blurkan backgroundnya, tapi jika ingin menceritakan bahwa objek masih terkait dengan background, olah Bg dengan telaten, samakan aura pencahayaan tapi tetap tidak mengalihkan point of interest, karena biar gimanapun, BG hanyalah pendukung objek.



Memang, susah-susah gampang dalam memilih stok, karena gak bisa dipungkiri bahwa memilih stok yang tepat akan membuat seluruh olahan kita nampak menyatu dan hidup. Pilih stok dengan resolusi tinggi (jika ada), tapi usahakan HARUS ADA!! ^^..hehehe.



Karena perbedaan resolusi di tiap elemen gambar/ foto akan mempengaruhi menyatunya sebuah manipulasi utuh.  Kalo pun stok yang kita temukan adalah satu-satunya gambar dengan resolusi rendah, olah dulu sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang mendekati dengan foto elemen lain yang resolusinya tinggi.

Dan...Peluru ketiga sudah disejajarkan!



4.       Pelajari Ilmu Fotografi

Sekilas kita menemukan perbedaan antara aplikasi digital imaging yang ibaratnya “NO RULES” dengan ilmu fotografi yang mesti memperhatikan teknis. Tapi sesungguhnya semua aplikasi tetap mendasar pada ilmu fotografi. Baik itu painting, animasi 3D bahkan olahan manipulasi foto. Sebab yang namanya manipulasi foto tak lepas dari hasil fotografi, yang memperhatikan cahaya, angle serta komposisi.



Saran saya, kuasai sedikit ilmu fotografi, minimal menguasai dasar. Seperti : mengerti teori pencahayaan dalam pemotretan studio, atau bisa juga dengan memperhatikan available light. Caranya, tongkrongin dan hapalkan pada hari yang cerah, mulai dari pagi-siang-sore dan senja. Perhatikan jatuhnya cahaya dan perbedaannya di jam-jam tersebut. Ini akan sangat berguna sekali sebagai patokan kita dalam menentukan cahaya di karya manipulasi. Meskipun cahaya buatan itu bisa dengan gampang dikerjakan dengan Adobe Photoshop, tapi justru tetap harus memperhatikan arah dan menghindari kejanggalan pencahayaan. Dasar fotografi juga melatih kita menentukan angle dan komposisi. Dalam dasar fotografi ada salah satu ilmu “1/3 ruang” yang artinya dalam satu frame, terbagi menjadi  9 bagian dan 4 titik komposisi di tiap sudut pertemuan kesembilan bagian tersebut. Memang tidak ada salahnya meletakkan objek di tengah sebuah frame, tapi rumus 1/3 ruang ini akan memperkaya komposisi objek supaya tidak monoton dan membosankan.



Dari dasar ini, pengembangan pengaturan point of interest bisa dilakukan. Dan dengan angle serta komposisi yang tepat, semua elemen-elemen yang berada dalam satu frame tadi akan terlihat saling berinteraksi , saling mendukung dan saling menghidupkan satu sama lain. Jangan membuang tenaga dengan meletakkan banyak stok, kecuali memang sangat dibutuhkan, alasannya karena akan melebarkan konsep dan bisa menyulitkan kita sendiri pada saat finishing.

Simpan “peluru” keempat ini...!



5.       Pelajari Karakter Mood Sendiri

Naa...bagian ini juga gak kalah penting dalam proses pembuatan karya, ujung-ujungnya mood yang berbicara. Karena otak kita gak bisa berpikir disaat mood lagi kacau. Atur waktu untuk mengerjakan sebuah karya dengan mood yang bagus dan waktu yang sedang santai. Setel musik pembangkit semangat untuk memancing kembalinya mood. Terserah mo musik apa aja, dangdut pun gak masalah...yang penting ada sesuatu yg membuat pikiran kita rileks dan bisa membuat kita berimajinasi dengan tenang. Kalo dalam tengah proses pengerjaan tiba-tiba mood ilang, tinggalkan sebentar, kerjakan yang lain..mungkin dalam beberapa hari mood itu akan kembali dan kita bisa menyelesaikannya. Mood mempengaruhi juga proses lamanya pengerjaan, kadang dalam pengerjaan sebuah seni tidak ada batasan waktu, jadi jangan cepat puas dengan hasilnya supaya gak buru-buru diaplot untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Tambah “peluru” kelima nih...^^



6.       Kerjakan Dengan Sabar dan Telaten

Dalam pekerjaan apapun, kesabaran selalu membuahkan hasil maksimal, ditambah dengan ketelitian dalam pengerjaannya. Jadi cobalah untuk selalu teliti dan memperhatikan detail. Bukan untuk menghindari kritikan orang lain, tapi ini tentang kepuasan! Mungkin memang ada masterpiece yg dikerjakan dengan asal tapi mempunyai nilai jual tinggi baik dari sisi komersil ataupun yang dapat sekedar dinikmati. Tapi banyak juga karya yang dikagumi banyak orang yang dikerjakan bukan dengan hanya membalik telapak tangan, butuh waktu tenaga dan pikiran.Kita bukan berusaha untuk membuatnya tampak rumit, tapi memperhatikan detail akan sangat mempengaruhi hasil karya. Misalnya detail dalam pemotongan, supaya hasilnya rapi, detail dalam pewarnaan, detail dalam pencahayaan dengan memperhatikan semua elemen cahaya yang saling berinteraksi.



Memperhatikan detail dalam mengolah setiap stok gambar supaya tetap konsisten pada resolusi dan ketajamannya serta jeli akan detail yang lainnya. Disebabkan karena manipulasi foto memang berbahan dasar foto, yang ketajaman dan resolusi berbeda, maka perhatikan setiap detail pengerjaan akhir, cek kembali apabila ada salah potong atau perhatikan stok-stok kecil yang kita letakkan disana, perhatikan pengaruhnya ke elemen lain di sekitarnya. Kembali keatas, perhatikan perspektif setiap objeknya.



Jika kita harus memainkan rumus DOF sempit ataupun luas, kembali ke ilmu fotografi. Apabila kita memainkan elemen 3 dimensi, kembalikan ke ilmu perspektif yang ada pada 3 dimensi dan atau jika kita ingin pencahayaan yang seperti aslinya dengan berpola pada cahaya yang sebenarnya, kembalikan ke ilmu painting dengan membuat vrtual lighting. Semua ilmu itu ada kaitannya, terutama ilmu fotografi. Tidak bisa dipisahkan dalam proses digital imaging. Jadi......

“Peluru” terakhir sudah disiapkan..!



Setelah semua peluru tadi kita kumpulkan, sepertinya kita siap untuk memulai! Tapi kita masih perlu senjata. Yaitu gadget! Alias hardware ...diantaranya, komputer dengan video card dan memory yang cukup. Karena dengan komputer yang lambat, pengerjaan olahan kita juga akan berat. Selain itu adalah Pen tablet alias digitizer untuk memudahkan pengerjaan gambar/painting, misalnya kita ingin menggunakan teknik matte painting,yaitu teknik manipulasi foto yang digabungkan dengan lukisan. Tentu saja lebih memudahkan melukis dengan pen tablet dibandingkan dengan mouse.



Ibaratnya seperti dalam kita memotret. Kita gak hanya cukup punya 1 kamera SLR dan satu lensa, lama kelamaan kita butuh lensa lain, butuh flash, butuh akselerator batere, dan sebagainya.  Untuk pen tablet awalnya gunakan aja yg murah dulu, sampai bisa menguasainya ataupun akhirnya tuh alat rusak, baru ganti ke yang lebih mahal, supaya gak mubazir. Pelajari dengan sungguh-sungguh cara menggunakannya sekaligus cara perawatannya.



Well, kira-kira segitulah proses dan tips membuat karya digital imaging versi saya, semoga tulisan yang panjang ini tetap ada manfaatnya, karena semua seni didasari oleh essensi yang kuat. Dan jika dasarnya kuat, maka bangunan setinggi apapun bisa berdiri di atasnya.



“Kita hidup bukan di dalam mimpi, tapi kita hidup dan bekerja dengan mimpi.. !“



Tetaplah berimajinasi!

Jadikan karya bangsa Indonesia dikenal di dunia!



Salam,

Dipomaster

Smudge Painting with twirl effect





hai! salam semua kawan2 ^^

(hello all)

disini saya mencoba menjelaskan cara2 pembuatan karya saya:

(here I try to explain my artwork steps)



oke saya mulai saja tahapannya.

(this is my step)

single software Adobe Photoshop CS5



original image:







1. smudge painting(smudge painting)

tools:

properti(properties):

cara penggunaan(how to use):

  • di'gosok' searah dengan lipatan2 kulit/bayangan, dimaksudkan agar hasil goresan tidak mempengaruhi detail dari gambar asli

(brush in the direction of areas of skin folds, intended for the scratches do not affect the detail of the original image)

  • Untuk jelasnya liat di video tutorial sebelumnya

(For details see the previous tutorial video)

2. crop/potong objek(tubuh) (croping object/body)

tools:



properti(properties):

cara penggunaan(how to use):





  • seleksi batas objek dan background hingga kedua ujung titik pen bertemu(seluruh tubuh terseleksi)

(selection border and background objects to both ends of the pen point to see (the entire body selected))

3. mewarnai objek(coloring)

tools:

  • Hue and saturation (ctrl+u)

  • Color balance (ctrl+b)

properti dan cara penggunaan(properties and how to use it):

kulit(skin):

  • disesuaikan dengan warna kulit yg sesuai(adapted to the skin)

bibir, eye shadow(lips and eye shadow)

  • seleksi bagian kulit,(selection of the skin)

  • duplikat hasil seleksi, (duplicate the results of selection)

  • beri warna yg sesuai (give color you like)

perona(blush on)

  • gunakan soft brush dengan transparansi tipis (use a soft brush with a thin transparent)

  • sapukan di bagian pipi(brush on the cheek)

  • note: jika berlebihan maka kurangi opocity layer secukupnya(if necessary, reduce the layer opocity)

4. efek spiral pada perut (spiral effect)

tools:



properti(properties):

cara penggunaan(how to use):

  • buang bagian tubuh yang tidak di perlukan....hehe perlu sih sbenernyeeee (",) (remove parts that are not in need)

  • seleksi dgn pen tool,(use pen tool)

  • klik kanan,(right click to show pop up menu)

  • make selection, OK

  • delete(keyboard)



  • seleksi dgn pen tool, (use pen tool)

  • klik kanan, (right click to show pop up menu)

  • make selection, OK

  • layer via cut (ctrl+shift+J)

  • rotasi sedikit hasil potongan(ctrl+T), enter(keyboard) (rotate and enter)



  • buat shape tambahan dengan pen tool (create additional shapes with the pen tool)



  • buat efek cahaya dan shadow pada shape sehingga membentuk twirl atau spiral(create effects of light and shadow in shape so as to form Twirl or spiral)







5. ornamen(Ornament)







stok brush : http://johnsdue.deviantart.com/favourites/#/d1pemrq





http://the-strawberry-tree.deviantart.com/



























6. background

klo bgnya...image aja...lupa...g papa ya???cape saya..wehehehehe bye bye tengkiuuuuu (I am forget it...sorry..weheehee)

 



maaf klo ada banyak kurangnya...dan level pengguna yg saya acak... ^^

sengaja hanya menggunakan single software dan tanpa additional plugin

(sorry for my poor english)



JohnS Due